Blank Map Project

Tuesday, November 15, 2011 Amelia D Astuti 0 Comments




Beberapa hari yang lalu, gue pergi ke toko buku. Niatnya sih cuma mau beli alat-alat kesekretariatan aja, tapi yaa kebiasaan buruk gue yang satu ini kalo udah di toko buku susah banget diilangin. Mata gue seketika langsung jelalatan ngeliat buku-buku yang emang udah ada di list gue buat dibeli. Tapi untungnya masih bisa nahan diri, dan cuma keliling liat buku-buku aja.. Buat gue sih ini udah semacam refreshing mata haha sedih banget.
Pas lagi liat-liat, gue ngga sengaja nemu buku peta buta. Liat buku ini gue jadi inget kejadian lama, jadi tuh pas puasa nyokap gue ngebeliin peta buta, nah sama nyokap dibuat semacam perlombaan antara gue dengan kakak gue. Siapa aja yang bisa ngisi itu peta buta selama puasa, bakal dapet hadiah. Sebenernya sih tujuannya kayaknya cuma satu, biar gue ada kerjaan pas puasa jadi ngga terus-terusan minta batal puasa (maklum anak SD). 
Dan sekarang, gue pikir, gue bakal ngulang lagi dari awal. Siapa tau jadi lebih kenal tempat di Indonesia (selama ini sering buta lokasi), paling ngga gue ngga malu-maluin bangetlah jadi orang Indonesia dan paling ngga masih ada yang bisa dibanggain gitu, walaupun cuma itu doing :p
Akhirnya, gue putusin buat ngelakuin tantangan ini (yang cuma buat gue sendiri doang) sampe akhir tahun 2011. Kalo gue bisa, gue bakal ngsih sesuatu buat gue sendiri hahaha. Intinya Blank Map Project ini adalah dari gue, buat gue dan untuk gue seorang . Haha..



0 comments:

I don't hate comments ;)

Kuis Kepribadian #iseng

Sunday, November 13, 2011 Amelia D Astuti 0 Comments

Beberapa waktu lalu, gue iseng" ikutan kuis. Semacam tes kepribadian, gue emang paling suka ikut kuis begini walaupun jawabannya kadang kurang akurat, tapi yaa gue maklumi lah. Singkat cerita, akhirnya gue isi pertanyaannya, dan tadaaa inilah jawabannya. Cekidot! :

KOLERIS - MELANKOLIS

Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia (yang dimaksud dengan 'dia' ini gue). Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya ia tidak bermaksud begitu). Setiap jawaban anda selalu dia kejar sampai mendalam, sebab ia perfeksionis, tahu detail dan agak dingin.

Menghadapi orang koleris-melankolis, anda harus pahami saja sifatnya yang memang `begitu’ dan tingkatkan kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.


Agak aneh soalnya sebelumnya gue pernah ikutan kuis begini di buku, hasilnya kepribadian gue itu FLEGMATIS-SANGUINIS. Nah loh jauh banget -__-. Btw, abis baca hasilnya, gue agak mengerutkan dahi. Yaa namanya juga perkiraan, jadi nggak semuanya benar kecuali yang bagus-bagusnya. Eh tapi setelah dibaca berulang-ulang kayaknya itu emang ngga ada bagus-bagusnya deh -_-a makanya satu-satunya komentar yang bagusnya gue bold dan font size-nya ditambah hahah..
Gue mengambil kesimpulan dari hasil tes ini. Intinya sih: TINGKATKAN KESABARAN ANDA. Hahaha :p

Gue rada tertarik sama psikologi, soalnya dia mempelajari tentang kepribadian manusia, dan gue termasuk orang yang suka memperhatikan kelakuan orang lain. Nah dibawah ini ada artikel lebih lanjut tentang karakter orang, artikelnya gue copas dari sini.

KARAKTER ORANG, ASALNYA, MACAMNYA, DAN PERKEMBANGANNYA

Karakter orang itu ada banyak, ada yang ramah, ada yang pendiam, ada yang suka mencari masalah, ada yang tenang, dan juga ada yang judes. Dari mana asal karakter manusia tadi, ada berapa banyak tipe kepribadian, dan yang paling penting, apakah karakter seseorang itu bisa dirubah ?
karakter_manusia
Tiga kera bijaksana, Tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak berbicara
ASAL KARAKTER
Ada dua teori mengenai asal-mula karakter ini. Teori yang pertama mengatakan bahwa karakter itu seperti gen kita, sudah dibawa sejak lahir, seperti warna rambut dan golongan darah. Artinya, kalau saat ini kita mempunyai sifat judes itu karena kita sudah mempunyai sejak dilahirkan. Sedangkan teori lainnya mengatakan bahwa karakter manusia itu terbentuk melalui proses seumur hidup melalui interaksi dengan orang lain dan lingkungan.
Saya tidak memilih salah satu dari kedua teori di atas, karena keduanya sama-sama benar. Bagi saya, darimana asal karakter tidak penting jika dibandingkan dengan apa yang seharusnya kita lakukan dengan diri kita ini. Bagaimana kita bisa mengenal diri kita, mengenal orang lain, dan membina hubungan dengan mereka. Mengetahui kekuatan diri kita dan juga kelemahan karakter kita.
Dari pengalaman hidup saya, kepribadian manusia bertumbuh karena didikan keluarga dan pengaruh teman. Bagian terbesar yang mempengaruhi perkembangan kepribadian terletak pada siapa dia menghabiskan sebagian besar waktunya dan kepada siapa dia menaruh kepercayaan. Orang yang dipercaya mempunyai kesempatan terbesar untuk membentuk dan mempengaruhi perekembangan karakter seseorang. Namanya saja mempercayai orang lain, maka di situ kita akan membuka diri kita kepadanya dan secara tidak langsung mengidolakannya. Orang kepercayaan ini bisa keluarga, teman sepermainan, ataupun orang yang kita kagumi. Menjadi orang yang bisa dipercaya memang menyenangkan, namun juga memunculkan tanggungjawab.

Karakter pria terbentuk sempurna ketika menginjak usia tiga puluhan. Artinya, di usia tersebut sangat sulit untuk merubah kepribadiannya. Karena dia telah merasa banyak makan asam-garam sehingga mengerti segala sesuatunya. Bagaimana dengan karakter wanita ? Kapan dia terbentuk sempurna ? Saya akan menjawab jujur bahwa saya tidak tahu....he...he...he....karena saya seorang laki-laki. Jadi silahkan liat website lain yang ditulis oleh cewek. Loh.... pak... pak.... masa sih karakter cowok tidak bisa berubah setelah dia menginjak usia tigapuluhan ? Kita akan bahas nanti, jadi saabaaaar yaaaa.
MACAM KARAKTER 
Ada banyak teori mengenai macam – macam karakter. Yang paling terkenal adalah teori Galen yang membagi kepribadian manusia menjadi empat, yaitu Sanguin, Kolerik, Melankolis, dan Phlegmatis.
Kepribadian Sanguinis mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai “si tukang bicara”.
Kepribadian Kolerikberorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai “si pelaksana”.
Kepribadian Melankolis cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai “si perfeksionis” atau “si pemikir”.
Kepribadian Phlegmatis seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai “si pengamat” atau “si manis”.
TEORI KEPRIBADIAN HARTMAN
Pada awalnya, saya sering menggunakan istilah sanguin, melankolis, kholerik, dan phlegmatis di atas. Tetapi setelah mengenal teori kepribadian ciptaan Taylor Hartman, Phd. Ini, maka saya mulai meninggalkan teori kepribadian Galen tersebut. Mengapa ? Yah, karena suka aja, tidak ada maksud lainnya.
Karakter Orang
Hartman membagi karakter manusia berdasarkan motifnya. Motif inilah yang yang membedakan orang satu dengan lainnya. Hartman membaginya menjadi empat motif utama, yaitu : kekuasaan, keintiman, kesenangan, dan kedamaian. Dalam bukunya yang berjudul The Color Code, motif kekuasaan dilambangkan dengan warna merah, keintiman dengan biru, kedamaian dengan putih, dan kesenangan dengan warna kuning. Saya sendiri setelah mengikuti tes kepribadian hartman ternyata berwarna biru. Artinya motif dasar perilaku saya adalah keintiman (cocok deeh he...he..he...) Mau coba ikut tes kepribadian Hartman ? Gratis kok, silahkan kunjungi www.colorcode.com dan pilih Personality Test. (Silahkan gunakan Google Translate untuk menerjemahkan test tersebut dalam bahasa indonesia)
Merah si pengguna kekuasaan, tipe kepribadian ini sangat berkomitmen pada tujuan, gigih, dan seringkali sukses. Si Merah mencari aksi dan hasil. Mereka haus akan produktivitas. Singkatnya, karakter jenis ini membuat segala sesuatu terselesaikan. Kepribadian merah selalu memandang ke depan (visionaris gitu loh) sehingga cocok menjadi pemimpin. Selain itu, merah cenderung tidak sensitif alias berhati dingin, dalam hati mereka marah tetapi tetap tampil luar biasa tenang.
Biru si pelaku kebajikankepribadian diri yang satu ini mewakili sifat-sifat baik yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, empati, pengorbanan diri, kesetiaan, ketulusan, dan disiplin diri. Si biru ini sepertinya dikaruniai sifat-sifat ini secara alamiah. Mereka menghargai kreativitas, komitmen dalam hubungan, dan prestasi dengan disiplin. Mereka sangat komit, luar biasa setia, dan anggota masyarakat yang sopan. Mereka berpendirian sangat teguh dan pesaing tangguh untuk dihadapi kepribadian mana pun, karena pada intinya mereka mendasarkan semua pendapat pada emosi dan prisip moral. Kepribadian manusia yang berwarna biru ini seperti pedang bermata dua secara emosional. Dalam sisi poitif, mereka pemberi dan simpatik. Di sisi negatif, mereka dapat sulit memaafkan dan sangat sensitif. Ciri yang paling menojol dari kepribadian ini adalah depresi. Biru adalah gudang depresi (tuuuul......!).
Putih si penjaga kedamaian, karakter orang berwarna putih ini sangat rajin mencari cara-cara untuk mendorong kerjasama, berapapun harganya. Mereka menghargai sifat kerjasama umat manusia dan terus berusaha mencapai kehidupan bersama yang damai di antara semua makhluk hidup. Si Putih ini seringkali tidak berdaya, mengundang orang untuk menolong dan melindungi mereka dalam hidup. Mereka mungkin terngantung pada orang lain untuk membuat hidup mereka terjadi. Putih adalah orang-orang yang puas, mereka seperti air yang melewati dan mengelilingi kesulitan-kesulitan hidup, bukannya menuntut agar rintangan di depan mereka dipindahkan. Mereka benar-benar pribadi yang bisa memandang semua masalah dengan baik.
Kuning si pencinta kesenangankarakter orang berwarna kuning ini sangat mencintai kehidupan. Mereka memeiliki sifat mental yang memungkinkan mereka menghargai apa yang mereka miliki. Mereka seringkali sangat terfokus pada diri sendiri (bahasa halusnya egois ^-^’). Kepribadian kuning yang riang gembira membuatnya mudah bergaul dengan semua orang dan mencerahkan kehidupan mereka. Seringkali mereka adalah orang yang populer dan karismatis. Dibalik sifatnya yang periang tersebut, karakter orang berwarna kuning ini ternyata individu yang ceroboh dan berantakan. Yang membuatnya tampak parah adalah sifat angin-anginanya, kadang iya dan kadang tidak tergantung ke mana angin bertiup....
PERKEMBANGAN KARAKTER 
Nah, sekarang pertanyaanya adalah, kepribadian mana yang paling baik, karakter mana yang paling jelek ? Di sini kita mesti menambahkan kata-kata dewasa dalam kamus kita. Meskipun orang dilahirkan dengan segala kemampuan dan keunggulan karakter, tetapi jika sifat dan perilakunya seperti anak umur lima tahun, bisakah ini dinamakan baik ? Demikian sebaliknya, orang tanpa keunggulan karakter tetapi mampu berperilaku dengan bijaksana, bisakah dikatakan jelek ? Saya suka sekali dengan iklan salah satu media massa. Tulisannya begini, “Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa ? Belum Tentu!”


0 comments:

I don't hate comments ;)

Monday, November 07, 2011 Amelia D Astuti 1 Comments

Mata-mata 'indah' milik : Gue - Mpus - Bubu
                                                 
MY EYES ON YOU!! HAHAHAHA

(postingan paling ngga penting)

1 comments:

I don't hate comments ;)

Saturday, November 05, 2011 Amelia D Astuti 1 Comments



If better is possible, good is not enough!

1 comments:

I don't hate comments ;)