mimpi jadi tukang reparasi
Sejujurnya ini pengamalam pribadi gue. Dulu pas SMP, gue pernah punya cita-cita jadi tukang reparasi. Ya ya ya. Oke, kalian boleh ketawa. Emang beda banget kalo dibandingin sama kebanyakan cita-cita temen-temen gue, disaat yang lain mau jadi dokter, polisi, guru, model. Eh, gue malah mau jadi tukang reparasi. Aneh ya haha, bisa dibilang ini cita-cita gue yang paling spontan. Alesannya simpel, karena gue suka banget sama semua yang ‘berbau’ teknologi. Bedanya sama kebanyakan cewek, gue suka kabel (jangan salah mengartikan hehe), dan juga obeng. Dan tentunya gue masih normal. Gue juga suka ngutak-ngatik komputer-tv cs. Nggak tau kenapa, gue cuma selalu penasaran kalau ada barang yang rusak, dan gue cuma seneng dan nggak pernah bosen ngelakuin itu. Alhasil, kenyataan jadi tukang reparasi pun sedikit terwujud, paling nggak di ruang lingkup rumah. Kalo ada alat yang rusak di rumah, gue pun beraksi hehe. Paling nggak gue jadi diandalkan, ya nggak?. Rasanya seneng dan bangga aja kalau alat yang rusak bisa kembali ke wujud semula. Nah, itu sadikit sejarah tentang mimpi gue yang -mungkin- konyol. Sebenernya, mimpi gue nggak cuma itu aja. Banyak banget, cuma gue rasa nggak perlu disebutin satu-satu aja.
Ngomongin tentang mimpi, mungkin banyak dari kita yang udah ngelupain mimpinya atau bahkan mereka emang nggak punya mimpi. Ironis karena mereka nggak tau seperti apa sebenarnya kekuatan mimpi itu. Kalau gue sendiri menanggap mimpi itu sebagai tujuan hidup. Ya, mau ngapain lagi hidup kita kalau bukan untuk merealisasikan mimpi-mimpi kita di masa depan?. Kesuksesan itu berawal dari sebuah mimpi lho. Singkatnya, gue disini cuma mau ngajak kalian bermimpi. Gampang kan?. Dan nggak usah keluar uang untuk itu, nggak perlu juga sekolah tinggi-tinggi cuma untuk bisa mimpi. Kenapa? Soalnya mimpi nggak cuma milik orang-orang kaya. Kita semua, entah siapapun itu, bebas untuk bermimpi. Berani. Cuma itu yang dibutuhin untuk bisa bermimpi. Berani untuk bermimpi, berani untuk mencoba dan berani untuk gagal. Itu kuncinya. Gue sendiri, nggak takut untuk bermimpi.
“Mimpi itu seperti sayap, dia membawamu ke berbagai tempat. Ketika kita membuang mimpi, itu sama aja dengan memotong sayap burung. Burung tersebut emang nggak akan lari, tapi burung tanpa sayap udah bukan burung lagi. Dan, manusia tanpa mimpi, udah bukan manusia lagi”


0 comments:
I don't hate comments ;)