Ucapan Terimakasih

Wednesday, March 30, 2011 Amelia D Astuti 0 Comments

Ngga ada maksud apa-apa sih bikin post ini, cuma buat menuhin blog hehe :)

Gue ucapkan terimakasih kepada kertas, pensil, penghapus, yang sudah membuat gue menggambar dan setidaknya menulis. Kepada nada, sonata, simfoni, piano, marching-bel, keyboard, mp4 yang membuat hidup gue lebih berirama, ngga cuma mendengar tapi juga memainkan. Kepada televisi, radio, koran yang memberitahu gue bahwa banyak yang lebih tidak beruntung dari apa yang gue alami. Kepada internet, mark zückerberg, game online, terimakasih atas hiburan dan pengetahuannya. Kepada cermin, kamera, mengingatkan gue untuk paling tidak tersenyum sedikit. Kepada photoshop, photo editor, corel draw amat terimakasih karena bisa membuat gue berjam-jam ngga berpaling dari laptop untuk sekedar memvisualisasikan isi otak gue saat itu dalam bentuk gambar. Kepada seluruh jajaran ensiklopedia didalam lemari kayu jati cokelat yang sudah membuat gue bolak-balik membuka dan menutup mereka yang tidak ringan untuk mengerjakan pr. Kepada kain flannel, tali sepatu, kancing, lem fox, gunting, pin, yang pernah mengajari gue bagaimana cara berjualan yang baik dan benar, kalian sudah sering mengingatkan gue bahwa mencari uang itu sulit.
Kepada rumah khususnya, yang sampai saat ini tidak bisa dijadikan tempat ‘pelarian’, tempat gue melihat kehidupan yang pahit, tempat yang mengajarkan gue untuk berperang, untuk bersabar, juga untuk menjadi dewasa. Tapi segaligus tempat yang selalu mengingatkan diri gue sendiri untuk tidak pernah menyerah, juga untuk selalu menggenggam kuat mimpi-mimpi gue.
Kepada segala macam kesibukan dan ekskul yang membuat gue amat sibuk : OSIS, Sakura.com, Marching Band, Jurnalistik, POSKAB, ( kali ini permintaan maaf kepada Olimp. Astronomi yang sering gue khianati karena kejenuhan gue ), amat terimakasih karena membuat gue sering menghabiskan waktu di luar.
Dan untuk semua benda tidak hidup yang sebenarnya –secara tidak langsung- sudah menghidupkan hidup gue, terutama dua tahun belakangan ini. Terimakasih sebesar-besarnya karena kalian paling tidak sudah mengalihkan beberapa persen dari otak gue untuk ngga memikirkan hal-hal kalau terus dipikirkan lama-lama akan membuat gue cukup ‘gila’ bahkan menjadi makhluk imbesil -idiotnya idiot-

Kepada Tuhan yang tentunya sudah menciptakan itu semua ;D

0 comments:

I don't hate comments ;)